Beranda » Penonton Harian Kian Susut, Film Pamali Bakal Sulit Raih 1 Juta Penonton

Penonton Harian Kian Susut, Film Pamali Bakal Sulit Raih 1 Juta Penonton

TABLOIDBINTANG.COM – Promo buy 1 get 1 free tiket nonton film Pamali di Bioskop XXI diperpanjang hingga 16 Oktober 2022. Alhasil, edar perdana 6 Oktober 2022, Pamali telah mengumpulkan 645.103 jiwa hingga hari ke-8 penayangan.

Kabar menggembirakan itu diumumkan oleh akun resmi film Pamali pada Jumat (14/10) siang. Pengelola akun tersebut mengucap terima kasih atas dukungan para penonton dan mengajak yang belum nonton untuk segera nonton.

Pencapaian tersebut melampaui jumlah penonton film Teluh (500.039), Menjelang Magrib (556.193), Gara-Gara Warisan (574.830), dan Mumun (627.695). Kini Pamali menempati peringkat 13 film Indonesia terlaris 2022

Di atas Pamali terdapat 1 film di bawah 1 juta penonton. Film itu Dear Nathan: Thank You Salma (754.744). Akankah Pamali melampaui film tersebut? Melihat trennya, sih bisa saja. Hanya untuk mencapai 1 juta penonton sulit.

Jumlah penonton harian Pamali dari hari ketiga hingga ketujuh mengalami penurunan. Hari ketiga berhasil terjual 147 ribu tiket, hari keempat 107 ribu, kelima 60 ribu, keenam 61 ribu, ketujuh 52 ribu, dan kedelapan 41 ribu.

Dengan rata-rata jumlah penonton harian yang kian menyusut, ditambah ada beberapa film baru barat dan Indonesia, sulit bagi Pamali meraih 1 juta penonton. Paling mentok melewati Dear Nathan: Thank You Salma.

Pamali merupakan film yang diadaptasi dari gim berjudul sama karya anak bangsa yang diproduksi oleh Lyto Pictures. Tak ada nama-nama besar di film berdurasi 99 menit ini. Disutradarai Bobby Prasetyo, Pamali dibintangi oleh Marthino Lio (Jaka Sunarya) Putri Ayudya (Rika), Taskya Namya (Nenden Sunarya), Rukman Rosadi (Dadang Sunarya), dan Unique Priscilla (Lilis).

Jaka Sunarya kena PHK. Dalam kondisi usai PHK, Jaka dan istrinya Rika yang sedang hamil harus mencari cara untuk bertahan hidup. Mereka akhirnya bersepakat menjual rumah peninggalan orang tua Jaka.

Rumah tua itu sudah lama tidak dihuni sehingga perlu diperbaiki dan dibersihkan sebelum dijual. Permasalahan muncul ketika mereka mencoba membenahi rumah tersebut. Mereka tidak sengaja melanggar pantangan yang sudah menjadi tradisi di kampung tersebut.


Baca di Tabloid Bintang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *