Beranda » Kisah Perjodohan Anak Zaman Sekarang Hadir dalam Serial Royal Blood

Kisah Perjodohan Anak Zaman Sekarang Hadir dalam Serial Royal Blood

TABLOIDBINTANG.COM – Menyambut HUT RI ke-77, layanan streaming OTT, Vision+ bekerjasama dengan Kantara Creative dengan bangga menghadirkan original series berjudul Royal Blood yang akan tayang pada 17 Agustus 2022 mendatang.

Dibintangi Shakira Jasmine, Tania Qumsoani,  Tubagus Ali, Andri Mashadi, Wani Dharmawan, Maudy Koesnaedi, Virrisya Debora dan Tanta Ginting serial Royal Blood mengangkat kisah perjodohan di era modern.

Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo menyebutkan Royal Blood memiliki kisah cerita yang unik dengan kearifan lokal. Ada pesan moral yang disampaikan agar generasi sekarang lebih peka dengan budaya nasional.

“Lebih kepada pengorbanan kepada keluarga meraih mimpi dan saya rasa memang ini sesuai dengan misi kami untuk bisa membawa konten lokal yang mengangkat budaya bahasa Indonesia dan juga warisan budaya etnik Jawa khususnya dan memperkenalkan itu kepada generasi yang lebih muda,” terang Clarissa Tanoesoedibjo dalam jumpa pers di gedung iNews, Rabu (10/8).

“Semoga ini bisa jadi tontonan bukan cuma 17-an tapi mengingatkan kita apa artinya kemerdekaan ya ini memang konten khusus 17-an,” tambah Clarissa.

Disutradarai Eko Kristianto, Royal Blood berkisah tentang seorang gadis ningrat, Anggi (Shakira Jasmine) yang memiliki sifat bertolak belakang dengan adiknya, Saras (Tania Qumsoani).

Anggi menyukai kebebasan dan senang bernyanyi dalam band, sedangkan Saras memiliki karakter penurut.

Anggi kemudian jatuh cinta pada Bisma, seorang laki-laki yang memiliki kepribadian berbeda dengan dirinya. Pihak keluarga Anggi tak setuju karena mereka sudah menjodohkan sang lelaki dengan Saras. Apa yang kemudian dilakukan Anggi, Bisma dan Saras?

Menurut Clarissa drama tersebut sangat relevan bagi penonton Indonesia. Ada makna-makna di balik sebuah perjodohan yang ingin dia tunjukkan melalui serial ini.

Head of Creative Original Production Vision Pictures, Lukman Sardi menambahkan,  perjodohan akan selalu ada di budaya mana pun.

“Ketika berbicara perjodohan di manapun, kalau kita lihat kehidupan pasti ada laki-laki, perempuan, menikah, segala macam. Apalagi kalau kita bicara Indonesia dengan budaya cukup kuat,” tutup Lukman Sardi.

Baca di Tabloid Bintang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *