Beranda » Ke Kamboja, Presiden Jokowi Akan Melakukan Audiensi Tertutup dengan Raja Norodom Sihamoni

Ke Kamboja, Presiden Jokowi Akan Melakukan Audiensi Tertutup dengan Raja Norodom Sihamoni

TABLOIDBINTANG.COM – Mengawali agenda kerjanya di Phnom Penh, Kamboja, Presiden Jokowi akan mengunjungi Istana Kerajaan Kamboja dan melakukan audiensi secara tertutup dengan Raja Kamboja, Yang Mulia Norodom Sihamoni, Kamis (10/11).

Presiden juga akan menuju Sokha Phnom Penh Hotel untuk menghadiri pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan ASEAN Inter-Parliament Assembly (AIPA). Di lokasi tersebut, Presiden juga akan melakukan pertemuan dengan Presiden Asian Development Bank (ADB).

Pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan pemuda ASEAN menjadi agenda berikutnya. Agenda kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan dari ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC).

Petang harinya, Presiden Jokowi diagendakan mengikuti Pertemuan Tingkat Tinggi Para Pemimpin Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam KTT Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Selepas itu, Presiden akan menuju Hotel Sofitel untuk kemudian melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam keterangannya di Phnom Penh, Rabu (09/11), mengatakan bahwa rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-40 dan ke-41 serta KTT terkait lainnya akan dilakukan pada 10-13 November 2022. “Total pertemuan dan kegiatan yang akan dihadiri oleh Presiden lebih dari 20, ditambah empat pertemuan bilateral, yaitu dengan Perdana Menteri Singapura, Presiden Dewan Eropa, Sekjen PBB, dan Presiden Asian Development Bank,” ujar Menlu.

Menlu mengatakan, KTT ASEAN ke-40 dan ke-41 akan dilakukan dalam bentuk plenary dan retreat. Pada sesi pleno, KTT akan membahas mengenai penguatan kapasitas institusi dan efektivitas ASEAN. “Sementara untuk retreat, terdapat dua isu besar yang akan dibahas, yaitu hubungan ASEAN dengan pihak luar—tentunya termasuk tantangan eksternal yang dihadapi oleh ASEAN—dan masalah Myanmar,” tandasnya.

Sumber: Setkab.go.id.

Penulis Redaksi

Editor Suyanto Soemohardjo

Baca di Tabloid Bintang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *