Beranda » Hilman Lupus Hariwijaya Meninggal karena Sakit Liver dan Masalah di Paru Paru

Hilman Lupus Hariwijaya Meninggal karena Sakit Liver dan Masalah di Paru Paru

TABLOIDBINTANG.COM – Penulis novel dan pencipta karakter Lupus, Hilman Hariwijaya, meninggal pada Rabu (9/3) pukul 08.02 WIB. Sorenya jenazah Hilman langsung dimakamkan di TPU Jombang, kawasan Tangerang Selatan, Banten.

Proses pemakaman diwarnai isak tangis keluarga. Dewi iatri mendiang Hilman menangis, tak kuasa menahan kesedihannya sambil melihat jenazah Hilman Hariwijaya sebelum dimakamkan. Hilman Hariwijaya dimakamkan pukul 16.21 WIB. Jenazah Hilman Hariwijaya juga di adzankan oleh salah satu kerabatnya.

Saat prosesi pemakaman, sejumlah artis dan sutradara pun turut hadir. Pasangan selebriti sahabat Hilman, Teuku Firmansyah dan Cindy Fatikasari mengungkap kronologi sakit yang diderita Hilman Hariwijaya selama ini.

Menurut Teuku Firmansyah, Hilman Hariwijaya memiliki komplikasi penyakit, salah satunya liver.  Bahkan dikatakan Firmansyah sebelumnya, Hilman Hariwijaya sempat terkena stroke. 

“Saya dapat kabar tadi pagi dari istri adiknya bahwa sahabat saya, Hilman Hariwijaya udah nggak ada karena livernya bermasalah. Sebelumnya sempat kena stroke,” ujar Teuku Firmansyah kepada wartawan, Rabu (9/3).

Teuku Firmansyah menegaskan, sebelumnya Hilman Hariwijaya sempat sembuh dari livernya. Kemudian kambuh lagi dan muncul komplikasi pada paru-paru.

Saat itu daya tahan tubuh Hilman Hariwijaya pun menurun dan akhirnya harus meninggal dunia.

“Livernya sempat sembuh, tapi kambuh lagi. Terus ada komplikasi lainnya kayak paru-paru dan lain-lain, sampai akhirnya daya tahan tubuhnya nggak bisa melawan penyakitnya,” pungkas Teuku Firmansyah lagi.

Hilman Hariwijaya lahir pada 25 Agustus 1964. Namanya dikenal sejak menulis cerita pendek  judul Lupus di majalah Hai pada bulan Desember 1986, yang kemudian dibukukan menjadi sebuah novel.

Hilman Hariwijaya juga menulis naskah beberapa film, seperti Dealova (2005), The Wall (2007), Anak Ajaib (2008), Suka Ma Suka (2009), dan Rasa (2009). Selain itu, ia pun merambah ke dunia pertelevisian dalam beberapa tahun terakhir. Menulis skenario dari sinetron Cinta Fitri (Season 2 – Season 3), menulis skenario dari sinetron Cinta Fitri (Season 2 – Season 3), serta Melati untuk Marvel hingga Anak Langit.

Baca di Tabloid Bintang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.