Beranda » Anugerah KPI 2022: Mengenang Sosok Penyiar Legendaris TVRI Sambas Mangundikarta

Anugerah KPI 2022: Mengenang Sosok Penyiar Legendaris TVRI Sambas Mangundikarta

TABLOIDBINTANG.COM – Dalam Anugerah KPI 2022, Sabtu (15/10) yang ditayangkan Kompas TV, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan penghargaan seumur hidup (lifetime achievement) kepada sosok penyiar TVRI legendaris, almarhum Sambas Mangundikarta. Penghargaan diberikan atas dedikasinya dalam dunia penyiaran tanah air semasa hidupnya. Penghargaan yang diserahkan Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, diterima putri almarhum, Inge Sambas.   

Inge Sambas menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya pada KPI atas penghargaan yang diberikan kepada almarhum ayahnya. “23 tahun ayah sudah meninggal dan 23 tahun belum pernah ada yang memberikan lifetime achievement. Terima kasih dan saya berikan apresiasi tertinggi untuk KPI. Izinkan juga saya memberikan apresiasi kepada teman-teman almarhum ayah saya,” katanya penuh haru.

Inge Sambas juga menyampaikan terima kasih atas semua upaya yang dilakukan untuk mengenalkan seluruh lagu ciptaan almarhum sehingga terkenal hingga ke luar negeri. “Negeri ini mengapresiasi lagu ayah saya. Mudah-mudahan kita di tahun mendatang, menjadi orang-orang hebat. Indonesia hebat, Indonesia dahsyat,” tukasnya. 

Nama Sambas Mangundikarta tidak asing bagi pendengar Radio Republik Indonesia (RRI) dan pentonn TVRI hingga era 80-an. Sebagai penyiar TVRI, Sambas biasa membawakan acara olahraga, dan meliput langsung di lapangan. Suaranya yang bernada bariton dan penuh karakter kerap membuat pendengar di seantero Indonesia terhipnotis.

Semasa hidup Sambas dikenal sebagai penyiar radio dan TV yang ulung. Ia mampu menghadirkan suasana di lapangan, hanya melalui suara. Biasanya, Sambas mewartakan pertandingan sepak bola hingga bulu tangkis dengan santai dan detail.

Di masa 1970-an Sambas mulai terlibat di belakang layar. Namun pada tahun 1983 dia kembali ditarik sebagai wartawan di lapangan oleh TVRI dengan membawakan program Dari Desa ke Desa. Di sini dia masih menjiwai sebagai seorang pewarta. Sambas terlihat begitu komunikatif dengan narasumbernya saat meliput soal peternak di Brebes, Jawa Tengah. Saat itu dirinya mengabarkan tentang keberhasilan program Kawin Suntik dan Kawin Alam oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah.

Sambas Mangundikarta lahir di Bandung, Jawa Barat 21 September 1926, meninggal dunia di Jakarta pada 30 Maret 1999 karena penyakit pernapasan. Sebelum meninggal dia sempat membawakan program Piala Eropa di tahun 1996. Suaranya yang khas dan kepiawaiannya sebagai penyiar menjadikannya sosok yang selalu ditunggu.

Penghargaan seumur hidup untuk almarhum Sambas diberikan atas dedikasi selama hidupnya dalam dunia penyiaran. “Almarhum memiliki komitmen yang luar biasa dan konsisten serta menjadi teladan di masanya. Beliau juga memiliki suara yang khas dan saya teringat jika di awal bersiaran, beliau selalu mengajak pemirsa untuk berdoa terlebih dahulu untuk keberhasilan tim olahraga Indonesia yang akan bertanding,” kata Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo.

Sumber: KPI.go.id.

Penulis Redaksi

Editor Suyanto Soemohardjo

Baca di Tabloid Bintang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *