Beranda » 6 Fakta Menarik Wafda Saifan Bintang Kuntilanak 3 dan Wedding Agreement The Series

6 Fakta Menarik Wafda Saifan Bintang Kuntilanak 3 dan Wedding Agreement The Series

TABLOIDBINTANG.COM – Wafda Saifan pemeran Aldi di serial web Wedding Agreement The Series tengah jadi pembicaraan. Kehadirannya sebagai Aldi di serial web ini sukses membuat baper penonton. Khususnya di episode 4, saat kedekatan Aldi dan Tari (Indah Permatasari) bikin Bian (Refal Hady) cemburu.

Menyusul filmnya Kuntilanak 3, Wafda berperan sebagai Baskara, salah satu guru dengan kekuatan supernatural di Sekolah Mata Hati. Penampilannya bikin pangling. Wafda membutikan, mampu membangun karakter demi karakter di setiap film maupun series-nya dengan baik. Dan ia, akan terus menghibur, memberikan sesuatu yang baru bagi penggemarnya. Makin penasaran dengan Wafda? Ini dia beberapa fakta menarik seputar Wafda, yang perlu kamu ketahui.

• Sebelum Jadi Aktor Lebih Dulu Dikenal Sebagai Musisi

Namanya mungkin kini lebih dikenal sebaik aktor, demikian sosoknya lebih sering terlihat di layar kaca. Tapi sebenarnya Wafda mengawali kariernya sebagai musisi. Ia bersama rekannya membentuk Band Volume di tahun 2009. Bersama bandnya, Wafda kearap mengisi festival musik hingga pensi SMA di Jakarta.

• Salah Satu Single Wafda Saifan Diproduseri Anang Hermansyah

Ketika nama bandnya, “Volume”, mulai dikenal di Jakarta, Wafda dkk akhirnya merilis single berjudul “Hey Cantik”, yang diproduseri oleh Anang Hermansyah, lho. Sayangnya, industri musik kala itu tengah diramaikan oleh boy band dan girl band, yang akhirnya membuat band-nya Wafda ini terpaksa bubar di tahun 2012.

Wafda Saifan (Dok tabloidbintang.com)

• Pernah Ikut Bootcamp Beberapa Bulan Untuk Pelatihan Tentara

Wafda tampaknya selalu total dalam menyelami sebuah peran. Tahukah Anda? Untuk mendalami perannya sebagai tentara di film Jelita Sejuba: Mencintai Ksatria Negara (2018), ia mengikuti bootcamp selama 1-2 bulan. Selama di bootcamp ia belajar mengoperasikan tank, memegang dan merawat senapan hingga ikut berkompetisi dengan tim bola kompi C di Natuna.

• Seorang Kolektor Barang Klasik

Wafda Saifan ternyata seorang kolektor barang klasik. Hobi ini ia gemari sejak bangku sekolah. Ia bahkan rela ke luar kota, untuk mendapatkan barang kelasik incarannya.

• Dari SD Sudah Berpikir Bagaimana Caranya Dapat Duit

Anak SD umumnya hari-harinya didominasi sekolah dan main, atau jajan. Jarang yang mikir, gimana caranya dapat uang dan memenuhi kebutuhan hidup. Berbeda dengan Wafda. Sejak SD, dia suka merenung saat di kamar mandi, sambil duduk di closet. Dia memandangi botol sampo, kemudian melihat label harganya. “Harganya 8.000 rupiah. Terus gue mikir dong. Uang jajan gue waktu itu per hari 1000, untuk bisa beli sampo berarti harus ngumpulin 8 hari. Bapak gue, kira-kira gajinya berapa ya? Supaya bisa beli sampo ini dan kebutuhan lain?” ucapnya di kanal YouTube Pakai Hati Kita. Jadi, dari kecil Wafda sudah mikir nanti harus bekerja jadi apa, dan gimana mendapatkan penghasilan supaya bisa memenuhi biaya hidup.

• Takut Hingga Konsultasi ke Psikolog

Sewaktu harus membintangi film Sampai Jadi Debu pada 2021 lalu, Wafda mengalami tantangan yang cukup sulit. Ia harus memerankan Damar, anak dari seorang ibu yang menderita Alzheimer. Wafda enggak sanggup membayangkan, kalau ini terjadi di kehidupan nyata. “Baca sinopsi, aku takut. Ini cerita sederhana tapi mungkin terjadi di kehidupan kita. Bagaimana ketika gue kehilangan ibu, gue nggak sanggup. Pribadi Wafda itu banyak takutnya, tapi dapat input, hidup tuh nggak mungkin berjalan tanpa risiko,” katanya. Untuk peran ini ia sampai konsultasi dengan psikolog, disamping untuk penghayatan, ia juga harus meredam rasa takutnya.

Baca di Tabloid Bintang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.